Cinta-Didetik terkhir aku menemukan dirimu
Aku berpikir kita terlihat tidak saling bicara
Namun kita merasa ada yang memberi makna dari pertanyaan agung yang kita miliki
Dimalam ketika semua mata telah tertutup, ksatria selalu saja menyimpan kehendak untuk tidak memejamkan mata
Tampak dia lebih memilih untuk terjaga sekaligus apabila itu memang layak disebut cinta
Namun sayangnya cinta tak seperti angin yang berada dimana mana untuk siapa saja
Cinta tinggal jauh didalam lubang magis yang belum kita ketahui menuju aliansi yang terawang-awang imaji
Senang berkenalan dengan mu wahai yang tak bernama
Aku sering saja menerka,apa benar dia cinta
Atau hanya saja sesuatu yang aku anggap begitu sungguh jauh negasinya
Sungguh aku ingin berpaling dari hal-hal yang amat menyakiti dinding otak yang sesekali akan meledak ketika alam lah yang selalu mengingat ku pada apa yang disebut cinta
Apa sebenarnya cinta?
Kenapa dia selalu hadir dalam firasat hening tak bernyawa,
Dahsyat sungguh. Tak terelakkan dengan perisai seperempat malam
Namun ia sangat tangguh, begitu menusuk direlung-relung
Aku ajak dia malu bahwa aku akan enyah pada cinta
Lagi lagi aku kalah, dialah selalu mengajakku dalam hal teristimewa
Ah.. sudahlah aku tidak ingin berlebihan membicarakan dia
Nanti jadinya terasa hambar
Namun segenap tubuh telah dingin apabila yang meluap disudut arteri tidak tersampaikan kesentimenti pembuluh
Apabila telah membeku menjadi cristal, cinta hanya bisa diam melihat di awal awal kenangan yang pernah terjalin sebelumnya
Ingin ia pekik, rasanya sangat jauh sekali untuk bisa terdengar
Namun lagi lagi dengan kata yang tidak ingin aku puja
Ialah cinta,selalu menolong dalam kekacauan melody yang hampir rancu
Hingga terpaut not-not misteri yang indah didengar
Bagimana aku bisa lupa?wahai yang tak bernama
Sebenarnya itulah hakikat cinta
Cinta-Didetik terkhir aku menemukan dirimu
Aku berpikir kita terlihat tidak saling bicara
Namun kita merasa ada yang memberi makna dari pertanyaan agung yang kita miliki
Dimalam ketika semua mata telah tertutup, ksatria selalu saja menyimpan kehendak untuk tidak memejamkan mata
Tampak dia lebih memilih untuk terjaga sekaligus apabila itu memang layak disebut cinta
Namun sayangnya cinta tak seperti angin yang berada dimana mana untuk siapa saja
Cinta tinggal jauh didalam lubang magis yang belum kita ketahui menuju aliansi yang terawang-awang imaji
Senang berkenalan dengan mu wahai yang tak bernama
Aku sering saja menerka,apa benar dia cinta
Atau hanya saja sesuatu yang aku anggap begitu sungguh jauh negasinya
Sungguh aku ingin berpaling dari hal-hal yang amat menyakiti dinding otak yang sesekali akan meledak ketika alam lah yang selalu mengingat ku pada apa yang disebut cinta
Apa sebenarnya cinta?
Kenapa dia selalu hadir dalam firasat hening tak bernyawa,
Dahsyat sungguh. Tak terelakkan dengan perisai seperempat malam
Namun ia sangat tangguh, begitu menusuk direlung-relung
Aku ajak dia malu bahwa aku akan enyah pada cinta
Lagi lagi aku kalah, dialah selalu mengajakku dalam hal teristimewa
Ah.. sudahlah aku tidak ingin berlebihan membicarakan dia
Nanti jadinya terasa hambar
Namun segenap tubuh telah dingin apabila yang meluap disudut arteri tidak tersampaikan kesentimenti pembuluh
Apabila telah membeku menjadi cristal, cinta hanya bisa diam melihat di awal awal kenangan yang pernah terjalin sebelumnya
Ingin ia pekik, rasanya sangat jauh sekali untuk bisa terdengar
Namun lagi lagi dengan kata yang tidak ingin aku puja
Ialah cinta,selalu menolong dalam kekacauan melody yang hampir rancu
Hingga terpaut not-not misteri yang indah didengar
Bagimana aku bisa lupa?wahai yang tak bernama
Sebenarnya itulah hakikat cinta
Hm
BalasHapus